Postingan

Menampilkan postingan dengan label dan bagus

Hari Yang melelahkan, Kesabaran

Kemarin aku lelah, mengantarkan bahan SPJ BOS ke Dinas Pendidikan. SPJnya siap diperiksa dan hanya sedikit kurang, yaitu absen. Tetapi, SK guru honor juga diganti dengan SK kepala Sekolah. Yang saya lampirkan  adalah SK dari Kepala Dinas. Namun, pemeriksanya tidak mau terima. Untuk kelancaran urusan saya, lalu saya mengiyakannya. Selanjutnya saya pergi ke Bu Wir di suruh pemeriksa tadi. “Bu, tolong minta stempel” kata pemeriksa SPJ tadi. Saya langsung pergi ke tempat ibu tersebut. “Bu minta stempel di suruh ibu Rini”, kata saya. Ibu Rini adalah pemeriksa SPJ. “Apa ibu sudah kaembali dari ibu Meri?” Katanya.   “Belum”, kata saya menjawab sambil beranjak pergi. Saya langsung pergi ke tempatnya bu, Meri. “Bu tolong periksa ini”! Kata saya sambil menyodorkan bahan saya. “Apa iu sudah dari pak Pen”? kata bu Meri. “Belum”. Jawab saya. “Pak, tolong lihat ini”! kata saya smbil menyosorkan bahan ke Bapak tersebut. “Baik, bu. Mana...

MENULIS TAK BOLEH LUNTUR OLEH KOMENTAR PEMBACA

Dalam sebuah kuliah online lewat grup Watshapp, ada seorang rekan kami yang memberikan sebuah kisa tentang covid-19. Ini dia ceritanya: TAK USAH TAKUT TERINFEKSI COVID Kenapa tak usah takut terinfeksi oleh covid? Karena, kemungkinan besar; mulai saat ini hingga akhir hayat nanti, kita akan hidup berbagi tempat dengan virus itu dimuka bumi ini. Jadi, tidak ada gunanya takut. Atas dasar apa saya bilang bahwa sejak saat ini, kita akan berbagi ruang dengan virus itu? Begini. Covid itu, bukanlah virus pertama yang mewabah dan membunuh banyak manusia. Sebelumnya, sudah banyak virus atau microba lainnya. Tapi sekarang. Kita nggak takut lagi terinfeksi oleh microba-microba legendaris itu. Sebut saja pest sebagai contohnya. Bukankah sejarah mencatat lebih dari 50 juta orang mati karenanya? Tapi kenapa sekarang kita tidak takut? Karena, bakteri penyebabnya sudah nggak ada lagi dimuka bumi. Benar demikian? Tidak. Yersinia pestis masih hidup disekitar kita. Hewan-hewan carriernya ju...

puisi terindah

LELAH MENGADU   Kepada siapa aku mengadu.. Melihatmu merampas lembaran hidup, katamu.. Melihatmu menenteng koper bertuliskan penguasa Perih tak menentu di hati ini Padahal langit kita sama.. Tak ada yang lebih hebat dan kuat Tapi..kekuasaan menjadi senjata ampuhmu! Sangar bengismu tak lebih dari sebuah pancingan Yang bertahta atas dukungan palsu…. Murkamu menandingi skenario Pilatus! Air tangannya kau simpan, bahwa kau ikut munafik.. Entah dunia sudah lelah menegurmu Kau tetap saja jatuh…