Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Pembekalan CPP Rangkuman hari ke-5

  Rangkuman hari ke-5 a.      Pendidikan zaman colonial 1985 Bupati mendirikan sekolah untuk calon pegawai, sekoalh bumi putera terdiri dari 3 lokal hanya untuk anak yang bekerja sebagai pembantu. 1920 perubahan radikal dalam pendidikan dan pengajaran. 1922 taman siswa Yogyakarta kemerdekaan dan kebudayaan oleh KHD. b.      Pendidikan diartikan sebagai ‘tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak’. Maksud Pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. c.       Perbandingan metode Frobel, Montessori dan Taman Siswa tentang pengaruh tenaga lahir pada batin sebagai berikut: a) metode Montessori adalah metode yang mengutamakan pelajaran panca indra, hingga ujung jari pun dihidupkan rasanya,dan memberikan kemerdekaan kepada anak secara luas, namun anak tidak diberikan permainan. b) Frobel adalah metode yang digunakan dengan menjadikan

Obat segala macam penyakit hanyalah Do’a

Penyakit adalah sesuatu yang terjadi dengan tubuh kita. Bisa terjadi di dalam dan luar tubuh. Kalau penyakit yang di dalam tubuh memang sering tidak terlihat. Tetapi bis kita rasakan. Seperti penyakit mah, darah tinggi, asma, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sedangkan penyakit yang di luar tubuh jelas terlihat oleh kita. Seperti luka, memar, dan lain lain. Penyakit ini sering kita sebut sebagai ujian bagi kita. Biasanya sewaktu sehat kita tidak istirahat yang cukup, makan tidak teratur. Semua itu bisa menyebabkan penyakit bagi kita. Namun, semua penyakit itu pasti ada obatnya. Tinggal kita yang sungguh sungguh menjalaninya. Berusaha dan berdoa. Adalah obat yang mujarab untuk penyakit. Kembalikan semua kepada Allah. Bisa saja kita pernah lalai dalam beribadah, berperilaku atau salah langkah. Tentu semua itu akan ada konsekuensinya. Maka obatnya adalah berdoa dengan sungguh-sungguh sungguh memohon ampunan-Nya. Tetangga Saya juga pernah mengalaminya. Ketika tentangga saya filek bertahu

Ujian Kedua melelahkan

Hari ini hari kedua ujian magister pendidikan. Lelah, capek menjadi satu. Menghantui hati dan pikiranku. Waktu yang terus berjalan. Namun, ujian belum juga usai. Ujian dilaksanakan secara online. Saat sekolah sudah dimulai. Inilah yang membuat semuanya melelahkan. Beda dengan ujian pertama. Yang dilaksanakan waktu libur. Tidak begitu melelahkan. Hanya usaha dan do’a yang dilakukan. Agar ujian selesai dengan baik. Perlahan tapi pasti. NbUjian terus dilanjutkan. Walaupun sering istirahat. Dalam waktu setengah hari. Ujian harus selesai dan di upload. Hingga tinggal beberapa jam lagi masih terasa capeknya. Ujian masih diproses. Butuh proses dan perjuangan. Untuk mencapai keberhasilan, kepuasan. Ingatlah kerja keras pasti akan berhasil. Semoga ada keajaiban. Allah berikan kekuatan. Sehingga ujian selesai tepat waktu

Mertua

  Mertua Orang tua dari pasangan kita. Merasa berhak untuk semua kehidupan keluarga kita. Semua yang kita lakukan untuk dikomentari. Bahkan membeli barang juga tidak disukai. Tinggal bersama mertua tidak aman. Namun, apa daya kita. Yang terpaksa menampung mertua. Yang selalu bermuka dua di depan anaknya. Apalagi kita sering digunjingkan ke tetangga dan orang lain. Tidak dikasih makan, dan uang. Masih banyak lagi yang dikatakan kepada orang lain. Kalau boleh memilih lebih baik tinggal tanpa mertua. Kita bebas untuk bergerak dan berbuat.

Awal Semester 2

 Kegiatan yang dimulai dengan persiapan upacara bendera. Pelaksanaan upacara bendera dengan pembina ibu wakil kepala sekolah. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan bersalaman dengan guru dan siswa.  Setelah itu, siswa masuk ke dalam kelas masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan beberapa kegiatan seperti pembersihan kelas luar dan dalam. Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan buku tema 6. Pembelajaran dilanjutkan dengan penjelasan guru dan tugas. Semua siswa mengikuti kegiatan dengan baik. Dan aktif dalam belajar.  Pembelajaran hari pertama kelas 5 SD diikuti oleh 21 orang siswa. Seharusnya siswa hadir 23 orang. Hal ini disebabkan siswa 1 orang sakit dan 1 orang tanpa kabar.  Kegiatan belajar dilaksanakan seperti biasa. Dengan full siswa diharapkan bisa meningkatkan aktivitas belajar dengan baik.